Mukhammad Fathqi Apabila kau telah berusaha dengan keras dan gagal, penyesalan karena gagal itu akan cepat berlalu. Berbeda dengan penyesalan ketika kamu tidak berani mencobanya

Budidaya Ikan Nila

5 min read

Budidaya Ikan Nila

Sekarang ini, usaha atau bisnis budidaya ikan nila memiliki prospek yang sangat bagus. Apalagi kamu memilih untuk membudidayakan jenis ikan nila yang banyak peminatnya di daerah sekitarmu.

Kenapa prospek bisnis ini bagus, karena ikan nila merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan dan perkembangbiakan yang paling cepat daripada ikan lainnya. Sehingga tak perlu waktu yang lama untuk memanennya.

Dan saat pandemi ini, permintaan masyarakat akan ikan hasil budidaya meningkat, termasuk ikan nila, sebagai konsumsi sehari-hari. Jadi apa kamu mau mencoba membudidayakannya?

Pertanyaannya adalah sulit gak sih, untuk membudidayakan ikan nila itu? Sebenarnya untuk beternak ikan nila itu mudah, dengan catatan kamu mengetahui dan menguasai langkah-langkahnya.

Nah, silahkan simak penjelasan tentang tahap-tahap dalam budidaya ikan nila di artikel berikut ini:

1. Persiapan Kolam Untuk Budidaya

Cara Budidaya Ikan Nila
Persiapan kolam, sumber: pertanianku.com

Mempersiapkan media kolam adalah tahap pertama dalam beternak ikan nila. Dalam persiapan media kolam ikan nila ada beberapa tahap, yaitu:

a. Pemilihan Lokasi Kolam

Ikan nila sebenarnya bisa dibudidayakan di berbagai media seperti kolam tanah, kolam semen, hingga akuarium.

Inilah beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika memilih lokasi atau kolam budidaya ikan nila:

  • Pilih lokasi yang memudahkan kamu untuk mengawasi dan mengecek kolam setiap waktu.
  • Pastikan lokasi yang dipilih tidak ditumbuhi rumput liar atau pohon besar yang bisa menghambat saat proses pembuatan kolam.
  • Usahakan agar lokasi yang dipilih dapat penyinaran dari matahari dengan baik.
  • Dinding serta dasar kolam yang digunakan untuk budidaya terbuat dari jenis bahan yang memiliki sifat kedap air, seperti tanah liat, terpal, ubin dari keramik, dll.
  • Memiliki debit air yang tenang (sekitar 8-15 liter per detik).
  • Usahakan agar air yang digunakan tidak terkontaminasi dari bahan kimia apapun serta jernih.
  • Suhu air berkisar di antara 25𝇈C – 30𝇈C dengan pH air yang netral, nilai pH optimal pada kisaran 6,5 – 8,6.
  • Kemiringan tanah di kisaran 3 hingga 5 persen. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar proses pergantian air nantinya akan lebih mudah.

b. Pembuatan dan Pengisian Air Kolam

Setelah memilih lokasi yang sesuai, saatnya untuk membuat kolam untuk beternak ikan nila.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat kolam terpal:

  1. Galilah tanah hingga kedalaman lubang sekitar 70 cm dan ratakan dasar tanah yang telah digali.
  2. Pasang batu bata di dasar galian untuk mempermudah pengecekan kedalaman dan pengisian air (susun secara merata dengan ketinggian yang sama).
  3. Buatlah tanggul di pinggiran lubang agar terpal tetap kuat dan tidak mudah rusak.
  4. Taburkan sekam di dasar kolam secara merata.
  5. Mulai memasang terpal dengan memasang pemberat yang berfungsi agar terpal tidak mudah bergeser.
  6. Buatlah sanitasi air untuk mempermudah pembersihan kolam terpal.
  7. Pasang saringan pada pintu masuk dan keluar di sanitasi air, agar kotoran atau hewan lain tidak masuk melalui pintu masuk dan ikan nila tidak keluar dari pintu keluar.
  8. Setelah itu isi kolam dengan air hingga kedalaman 10 – 20 cm dan diamkan selama 3 – 5 hari.
  9. Kemudian, tambahkan air ke dalam kolam hingga ke ketinggian 60 – 80 cm dan biarkan sinar matahari menembus dasar kolam.

2. Pembibitan Ikan Nila

Pembibitan Ikan Nila
Bibit ikan nila, sumber: gdmagri.com

a. Pemilihan Benih

Pemilihan benih atau bibit ikan nila yang akan dibesarkan di kolam budidaya sangatlah penting, karena bibit yang bagus atau unggul menyebabkan proses pemeliharaan lancar dan cepat panen serta kualitas hasil panen bagus.

Berikut ciri-ciri benih ikan nila yang sehat dan unggul:

  • Ukuran dan bentuk tubuhnya terlihat seragam antara satu dan yang lain.
  • Benih terlihat lebih aktif dan gesit saat berenang.
  • Tidak adanya cacat maupun luka pada bagian tubuhnya.
  • Tidak terjangkiti oleh virus penyakit.
  • Pertumbuhannya sangat cepat.
  • Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  • Resisten terhadap serangan hama.

b. Perhatikan Proses Penebaran Bibit

Ternak Ikan Nila
Tebar benih, sumber: tribratanews.polri.go.id

Setelah melalui proses pemilihan, benih harus ditebar dengan cara teknik aklimatisasi yang mengacu SNI (01-6484.2-2000). Karena, meskipun ikan nila merupakan ikan yang memiliki daya tahan kuat, proses penebaran benih tetap tidak boleh kamu lakukan secara sembarangan.

Teknik aklimatisasi ini dilakukan dengan cara:

  1. Siapkan wadah seperti ember dan masukan air bersih hingga memenuhi setengah wadahnya.
  2. Masukan bibit ke dalam wadah dan tunggu hingga kurang lebih 10 menit.
  3. Penuhi ember dengan air kolam dan tunggu lagi selama 5 menit.
  4. Biarkan bibit secara perlahan-lahan keluar dengan sendiri ke dalam kolam.

Proses aklimatisasi bertujuan agar benih ikan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, yaitu kolam. Karena jika proses ini tidak dilakukan maka ikan bisa stres dan mati.

Penebaran benih harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai membuat benih terluka. Luka pada benih bisa memicu bakteri/virus/penyakit lain yang cukup berbahaya bagi benih ikan nila tersebut.

Penebaran benih lebih baik jika kamu lakukan di waktu pagi maupun sore karena pada waktu tersebut ikan nila cenderung lebih tenang dan suhu air tidak terlalu tinggi tidak seperti saat siang.

Mengenai kepadatan benih, direkomendasikan agar kepadatannya hanya sekitar 100 ekor per 10 m². Padat benih yang ditebar boleh tinggi, asalkan di dalam kolam ditambahkan aerator sehingga kadar oksigen di dalam air meningkat untuk mengurangi resiko kematian.

3. Pemeliharaan dan Pembesaran Ikan Nila

Umpan Ikan Lele
Ikan Nila, sumber: pixabay.com

Terakhir, ketika kolam sudah diisi benih ikan nila, kamu akan masuk ke dalam tahap pemeliharaan. Di dalam pemeliharaan itu sendiri masih ada beberapa tahap lagi yang harus dilakukan, yaitu:

a. Pemberian Makanan

Cara Budidaya Ikan Lele
Pengelolaan Pakan, Sumber : infoikan.com

Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan dengan frekuensi 2 sampai 3 kali dalam sehari. Yang penting makanan yang diberikan harus seimbang gizinya, antara lain:

  • Protein 20-30%.
  • Lemak 70% (maksimal).
  • Karbohidrat 63 – 73%.

Makanan yang diberikan kepada ikan nila ini bisa terbuat dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur. Adapun pakan yang berasal dari tanaman hijau adalah :

  • Kaliandra
  • Kalikina atau kecubung
  • Kipat
  • Ki hujan atau trembesi

Ikan nila membutuhkan makanan sebanyak 3% dari berat total tubuhnya setiap hari. Dan setiap dua minggu sekali, kamu perlu mengambil sampel dari ikan nila dan menimbang beratnya, lalu sesuaikan jumlah makanan yang harus diberikan pada ikan nila.

b. Pengelolaan Air Kolam

Kualitas air dari kolam ikan nila milikmu, harus kamu awasi terus agar tidak menghambat pertumbuhan ikan nila tapi memaksimalkannya dan mengurangi resiko serangan penyakit. Ukurlah kandungan oksigen serta pH air kolam menggunakan parameter.

Kamu juga bisa memantau kadar CO2, NH3 serta H2S jika ada waktu luang. Jika kamu gak mengawasi kondisi kolam, bisa saja kandungan oksigen di kolammu menurun, maka hal itu bisa mengakibatkan resiko meningkatnya kematian ikan nila karena kekurangan O₂.

Solusi masalah kurangnya O₂ di air kolam, yaitu sirkulasi air harus dilancarkan dengan cara memperbesar aliran dari debit air bila perlu masukkan aerator ke dalam kolam.

Bila kolam tersebut mengandung banyak NH3 serta H2S dengan ditandai adanya bau busuk, maka air kolam tersebut harus kamu ganti dengan air bersih baru (jangan pakai PAM). Oh ya, jaga kedalaman air kolam sekitar 75 – 100 cm.

c. Pengendalian Hama dan Penyakit

Cara Budidaya Nila
Pengendalian penyakit, sumber: ikantani.com

Hama dan penyakit ikan nila ini bisa terjadi setiap tahap, mulai dari tahap penyebaran benih sampai tahap hampir panen. Jadi awasi segala kondisi, mulai dari air, kolam dan ikan nila nya.

Saat memberi makanan kepada ikan nila, kamu juga harus melihat aktifitas ikan. Apakah ikan tersebut sehat-sehat dan gesit. Jika ada ikan yang diam sendiri di pojokan, bisa jadi dia berpenyakit, segera tangkap dan lakukan pengecekan.

Bila ikan tersebut didiagnosa mengidap penyakit, maka lakukan isolasi pada ikan yang sakit tersebut di kolam terpisah dan lakukan pengobatan sesuai gejala dan penyebab penyakitnya.

Kondisi kesehatan ikan nila bisa diamati dari:

  • Sisik, insang, sirip dan jumlah produksi lendir ikan.
  • Warna tubuh, nafsu makan, dan pertumbuhan ikan.

Berikut merupakan cara-cara pencegahan untuk ikan nila dari serangan hama dan penyakit:

  • Jaga kebersihan kolam.
  • Lakukan pembersihan hama secara mekanis: kamu bisa menggunakan seser atau alat lain untuk menjaga kolam anda tetap bersih dari hama dan hewan lain.
  • Jangan memberi pakan secara berlebihan, kelebihan pakan bisa menyebabkan penumpukan endapan di dasar kolam yang menyebabkan memperbanyak kandungan amonia dalam kolam, amonia yang banyak membuat ikan nila stres
  • Memasang filter di pintu masuk air, bertujuan untuk mencegah telur atau hewan lain masuk ke kolam.
  • Menjaga kualitas air
  • Memilih bibit nila yang baik

4. Panen

Budidaya Nila
Panen ikan nila, sumber: mongabay.co.id

Bagian keempat merupakan tahap terakhir dari pembudidayaan ikan nila dan menjadi tahapan yang akan kamu nantikan. Secara umum, ikan nila bisa dipanen setelah memenuhi target permintaan pasar.

Dan secara umum pasaran meminta ikan nila dengan berat sekitar 300 hingga 600 gram per ekor. Berat tersebut biasanya dicapai setelah 4 hingga 6 bulan masa budidaya dari benih sampai panen ini.

Panen bisa dilakukan dengan menggunakan sesek secara manual, adapun proses pemanenan ikan nila yang lainnya bisa dengan cara berikut:

  1. Surutkan air secara berangsur-angsur hingga air sisa sedikit.
  2. Ambil ikan di dalam kolam tersebut menggunakan serok.
  3. Letakkan ikan kedalam box/wadah.
  4. Ikan nila siap untuk dijual.

Demikian artikel kami tentang budidaya ikan nila semoga bisa menjadi referensi bagi kamu yang mau mencoba membudidayakan ikan nila. Terima kasih dan semoga sukses. Salam faunanesia.

Mukhammad Fathqi Apabila kau telah berusaha dengan keras dan gagal, penyesalan karena gagal itu akan cepat berlalu. Berbeda dengan penyesalan ketika kamu tidak berani mencobanya

Makanan Ikan Red Devil

Haqe chalid
3 min read

Makanan Ikan Sili

Haqe chalid
3 min read

Makanan Ikan Piranha

Haqe chalid
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.